Assalamu'alaikum, brothers.
Semoga masih selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT,
Beberapa waktu lalu, saya membaca artikel tentang penemuan teknologi 4G LTE, yang oleh dunia sekarang dianggap teknologi tercepat dalam media komunikasi. Yang mengejutkan, ternyata penemu teknologi tersebut bernama Khoirul Anwar, pria yang usianya baru 36 tahun dan Asal Indonesia!
Teknologi 4G LTE ini selain untuk media komunikasi massal masyarakat, sebelumnya telah lebih dulu digunakan untuk standar komunikasi satelit. Kemudian diteruskan untuk meningkatkan kualitas telekomunikasi di Negara-Negara maju. Sayangnya, meskipun teknologi ini ditemukan dan dipatenkan oleh orang Indonesia, nampaknya bahkan sampai sekarang teknologi belum dirasakan masyarakat Indonesia.
Sekilas tentang Khirul Anwar,
beliau adalah ilmuwan asal Kediri, Jawa Timur. Masa kecilnya dilalui dengan membantu orangtua nya ngarit (baca: mencari rumput untuk pakan ternak) selepas jam sekolah.Bedanya, saat Anwar muda ngarit, dia juga membaca buku-buku sains kegemarannya mengenai teori Einstein dan Faraday. Dari situ dia memiliki angan-angan tinggi, menjadi seorang ilmuwan seperti dua nama tersebut.
Perjalanan nya tidaklah mudah,
![]() |
| Khorul Anwar, penemu 4G LTE |
Mendapat beasiswa dari Panasonic Jepang, Anwar sempat ditolak masuk Universitas Tokyo karena kemampuan Bahasa Jepang. Namun kemudian dia memilih universitas lain, yakni NAIST yang juga di Jepang. Menyelesaikan program magister selama 1,5 tahun, Anwar melanjutkan studi doktoral dan meneliti transmitter tersebut.
Sejenak, saya teringat pesan RasuluLlah SAW tentang pentingnya belajar dan menuntut ilmu.
Melalui hadits nya,
مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Tirmidzi)
selengkapnya mengenai Menuntut Ilmu dalam islam, bisa dilihat di artikel sebelumnya atau klik disini
Nah, senyum pun tersimpul saat teringat bahwa saat ini, kita berada dalam jalur tersebut. Jalur yang di-ridhoi Allah SWT dan Rasulnya. Menuntut ilmu dan insyaAllah untuk dikembalikan lagi kepada masyarakat Indonesia agar terasa keberkahannya. Juga menjadi kontribusi terhadap peradaban Islam yang dulu diagungkan dunia, namun kini justru dilecehkan dunia. Satir hati ini, saat membaca berita-berita terkini, terutama bagaimana Islam diperlakukan di Eropa.
Ah, tentu kita tidak ingin berlarut dalam kebencian,
Biarlah saat ini kita merasakan sakit yang berganda untuk menimba ilmu. Biarlah perjuangan ini menjadi berat, seperti mendaki puncak berpasir Gunung Semeru. Dengan niat dan keikhlasan, serta keyakinan bahwa kelak justru dengan Ilmu ini, kita yang akan mengagungkan kembali Islam di mata dunia. Menjadi golongan umat terbaik, yang disebutkan Allah SWT di dalam buku agungNYA.
Sembari pamit,
saya lampirkan salah satu ayat yang menjadi motivasi saya, QS. Ali Imran : 110
BarokaAllahu lakum,
BiLlaahi taufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum warahmah.
@prazakhmad,
Mahasiswa AIH Higher Education

No comments:
Post a Comment